Ketika lapar dan sedang malas untuk memasak terkadang memesan makanan fast food bisa menjadi pilihan. Banyaknya restoran fast food di Indonesia serta kemudahan dalam memesan makanan melalui online menjadi solusi yang tepat. Mengapa fast food menjadi pilihan? Di restoran fast food, sebagian besar makanan sudah siap disajikan kepada customer sehingga tidak diolah dari nol. Namun, sudahkah kalian mengetahui apa itu makanan fast food?

Sebagian orang menyebut fast food memiliki arti yang sama dengan junk food. Namun, nyatanya keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Fast food atau masakan siap saji adalah makanan yang disajikan dalam waktu singkat, sedangkan junk food adalah makanan rendah gizi. Junk food dikategorikan makanan dengan gizi yang rendah sehat karena junk food tinggi kandungan lemak, kalori, garam, bahan pengawet serta rendah serat dan vitamin. Walaupun fast food merupakan makanan cepat saji bukan berarti semua kategori fast food rendah gizi. Kebanyakan junk food adalah fast food, tapi tidak semua fast food berarti junk food.

Contohnya adalah es krim. Es krim termasuk ke dalam makanan fast food. Es krim bisa menjadi junk food ketika dicampur susu dan dijadikan milkshake, karena mengandung banyak kalori dan gula. Jika dijadikan milkshake maka Anda mengonsumsi sekitar 1.000 kalori.

Sejarah makanan fast food telah ada di Britania Raya sejak setidaknya zaman Romawi, meskipun perbedaan antara menu makanan siap saji dan restoran-restoran siap saji kasual kadang-kadang tidak jelas. Sebelum zaman modern, makanan siap saji di negara ini termasuk pie daging dan pastri serta gorengan dan berbagai jenis kue. Pub dan kedai minuman setempat juga memberikan berbagai jenis “makanan siap saji”, meskipun tidak selalu tersedia cepat.

Fast Food dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Meskipun tidak semua makanan fast food termasuk kategori junk food, tetapi kebanyakan restoran cepat saji menyajikan makanan dengan pengolahan instan, sehingga bahan-bahan yang digunakan sulit dijamin kesegarannya. Hal itu lah yang dapat berdampak bagi kesehatan. Beberapa dampak kesehatan akibat terlalu sering mengonsumsi junk food adalah:

1. Berat Badan Bertambah
Fast food yang rendah gizi mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Jika sering dikonsumsi dampak yang timbul adalah penambahan berat badan sehingga rentan obesitas.

2. Meningkatkan Risiko Kolesterol
Kandungan lemak tinggi yang tidak dibarengi dengan asupan serat maka dapat memicu kolesterol dalam darah. Jika orang sudah terkena kolesterol maka berisiko penyakit stroke dan jantung.

3. Memperbesar Risiko Kanker
Kandungan yang terdapat dalam makanan fast food rendah gizi adalah memiliki lemak yang tinggi, kalori, garam, bahan pengawet dan rendah serat serta vitamin. Berbagai riset kesehatan mengatakan terlalu sering mengonsumsi makanan tidak sehat dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Untuk menghindari risiko-risiko penyakit di atas dapat dimulai dari diri sendiri untuk mengurangi santapan fast food, rutin berolahraga, mencari tahu berapa jumlah kalori, lemak, dan garam yang terkandung dalam makanan yang akan dikonsumsi, dan mengganti makanan dengan makanan bergizi tinggi.

Makanan fast food yang sehat adalah salad buah dan sayur, wrap, sandwich, burger vegetaria, dan burito. Salad mudah dibuat, tidak membutuhkan waktu yang lama, dan sudah pasti sehat karena banyak serat yang dihasilkan dari sayur atau buah. Selain makanan jangan lupa asupan minuman juga harus diperhatikan. Jika Anda terbiasa mengonsumsi soda dengan kalori 200 sampai 300 maka mulailah beralih biasakan mengonsumsi air putih, karena air putih baik bagi tubuh.

× Pesan Yukk